BAB di sekolah. Prestasi Belajar Matematika adalah tingkat

BAB
I

PENDAHULUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

A.  Latar
Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu faktor penting bagi
bangsa untuk menghasilkan generasi muda yang bisa bersaing di era globalisasi.
Dalam pendidikan terdapat proses pengolahan input yang ada menjadi output yang
diinginkan. Proses yang dimaksud adalah proses belajar mengajar yang didalamnya
memuat banyak aspek, baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Pendidikan
memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan kemampuan manusia, agar
dapat menghasilkan pribadi-pribadi yang lebih berkualitas. Oleh sebab itu,
sangat dibutuhkan orang – orang yang memiliki jiwa pembangunan, kreatif,
bekerja keras, memiliki keterampilan dan berkarakter. Prestasi belajar dapat
menjadi indikator keberhasilan seseorang, salah satunya adalah Prestasi Belajar
Matematika. Prestasi Belajar Matematika menjadi salah satu tolok ukur kualitas
pendidikan di sekolah. Prestasi Belajar Matematika adalah tingkat pengetahuan,
keterampilan, dan penguasaan mata pelajaran Matematika yang dicapai dalam
proses pembelajaran Matematika selama jangka waktu tertentu dan dinyatakan
dalam suatu nilai yang diperoleh dari tes evaluasi. Matapelajaran Matematika sangatlah
penting bagi seseorang karena perhitungan digunakan sewaktu-waktu dalam
kehidupan sehari – hari. Setiap siswa pasti menginginkan Prestasi Belajar Matematika
yang baik. Mendapatkan Prestasi Belajar Matematika yang baik bukanlah hal yang
mudah, namun membutuhkan usaha untuk belajar lebih giat. Prestasi Belajar Matematika
dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik berasal dari diri sendiri (internal)
maupun dari luar (eksternal) (Slameto, 2010:54). Faktor internal terdiri dari
faktor jasmaniah, misalnya kesehatan, cacat tubuh dan faktor psikologis
diantaranya tingkat kecerdasan, sikap, bakat, minat, kedisiplinan, Kemandirian
Belajar dan Motivasi. Faktor eksternal adalah faktor sosial yang terdiri dari
guru, teman sekelas, orang tua, dan masyarakat serta teman sepermainan, dan
faktor nonsosial meliputi gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal
keluarga dan letaknya, metode mengajar, kurikulum, Lingkungan Belajar dan
keadaan cuaca. Pengaruh tersebut tergambar dalam Prestasi Belajar Matematika
tiap siswa yang tidak sama satu dengan yang lain. Setiap satuan
pendidikan/sekolah secara umum telah melakukan usaha-usaha untuk meningkatkan
prestasi siswanya. Banyak upaya yang dilakukan sekolah untuk meningkatkan
Prestasi Belajar Matematika diantaranya dengan menjalankan program sarapan pagi
atau pemberian soal di pagi hari yang dikerjakan sebelum pelajaran dimulai, les
tambahan, dan evaluasi hasil belajar. Akan tetapi pencapaian hasil dari setiap
usaha tersebut dari sekolah satu dengan sekolah yang lain cenderung berbeda
karena berbagai faktor.

Usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan dapat
menggunakan penilaian prestasi belajar siswa sebagai indikator langsung
terhadap kualitas pendidikan. Mutu pendidikan akan semakin tinggi seiring
dengan meningkatnya prestasi belajar siswa. SDN 01 Pasekan sebagai lembaga
penyelenggara kegiatan pembelajaran selalu berusaha untuk mewujudkan mutu
pendidikan yang tinggi. Karena dalam mengikuti pembelajaran Matematika siswa biasanya
mengalami problem kesulitan memahami pelajaran Matematika tersebut dikarenakan
rendahnya daya serap mata pelajaran Matematika. Hal ini dapat mengganggu dan
menghambat siswa dalam usaha pencapaian Prestasi Belajar Matematika sesuai yang
diharapkan. Salah satu faktor yang menjadi masalah terhadap Prestasi Belajar
Akuntansi adalah belum optimalnya Motivasi Belajar siswa. Menurut Sumadi
Suryabrata dalam Djaali (2007: 101) motivasi adalah keadaan yang terdapat dalam
diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas tertentu guna
pencapaian tujuan. Siswa yang belum tahu tentang tujuan mereka belajar di
sekolah tentu akan mempengaruhi Motivasi Belajar mereka. Mereka yang belum tahu
tentang tujuan belajar akan memiliki Motivasi Belajar yang cenderung rendah.
Sardiman (2009:83) menyatakan bahwa: Seseorang yang mempunyai Motivasi tinggi
memiliki ciri-ciri: tekun menghadapi tugas, ulet menghadapi kesulitan, tidak
memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin, menunjukkan
minat untuk sukses, senang belajar mandiri, dapat mempertahankan pendapatnya,
senang mencari dan memecahkan masalah, tidak mudah melepaskan hal yang
diyakini, dan mempunyai orientasi ke masa depan yang akan datang. Pada umumnya
Motivasi Belajar yang belum optimal sering terjadi pada siswa. Siswa terkadang
lupa bahkan sama sekali tidak mengerti tujuan dari belajar, sehingga motivasi
belajarnya belum optimal. Faktor lain yang mempengaruhi Prestasi Belajar Matematika
salah satunya adalah Lingkungan Belajar. Peran Lingkungan Belajar juga sangat
berpengaruh terhadap berhasilnya proses pembelajaran. Menurut Arif Rochman,
“Lingkungan pendidikan merupakan segala sesuatu yang melingkupi proses
berlangsungnya pendidikan” (Arif Rochman, 2009: 195). Lingkungan Belajar
merupakan segala sesuatu yang mengelilingi siswa saat melakukan kegiatan
belajar. Faktor Lingkungan Belajar berasal dari lingkungan nonsosial dan
lingkungan sosial. Lingkungan nonsosial yaitu faktor fisik yang meliputi tempat
belajar, letak sekolah, alat-alat belajar, sumber belajar, kondisi bangunan
sekolah, ruang kelas, kebersihan lingkungan sekolah dan fasilitas penunjang belajar,
sedangkan faktor sosial meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sosial siswa
di rumah, dan lingkungan sosial sekolah. Lingkungan Belajar yang kondusif tentu
saja menciptakan suasana yang nyaman untuk belajar. Kondisi Lingkungan Belajar
yang mendukung seperti tersedianya fasilitas fisik belajar, tempat belajar yang
nyaman, suasana yang tenang, hubungan harmonis dengan lingkungan sosial dapat
memberikan dorongan kepada siswa untuk belajar Matematika sehingga Prestasi
Belajar Matematika siswa meningkat. Sebaliknya apabila kondisi Lingkungan
Belajar kurang mendukung akan menurunkan semangat belajar siswa sehingga
Prestasi Belajar Matematika siswa akan menurun. Untuk Mengetahui seberapa besar
faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Prestasi Belajar Matematika, maka
peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Motivasi
Belajar dan Lingkungan Belajar terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas
V SDN 01 Pasekan Tahun Ajaran 2016/2017”. Peneliti mengambil variabel Motivasi
Belajar dan Lingkungan Belajar karena kedua variabel tersebut merupakan faktor
yang berpengaruh terhadap Prestasi Belajar Matematika. Prestasi Belajar Matematika
dapat maksimal apabila dalam diri siswa itu sendiri mempunyai kemauan untuk
berprestasi. Prestasi Belajar Matematika dapat tercapai sesuai yang diharapkan
jika memang dalam diri siswa sudah mempunyai Motivasi Belajar yang tinggi dan
pengaruhi Lingkungan Belajar yang mendukung.